Legenda Jalan Sudirman Palembang Sejak Jaman Kolonial

10 Januari 2019

VOSMedia, PALEMBANG – Burgemeester Nessel van Lissa, pria inilah tokoh central adanya Jalan Sudirman Palembang, semasa dirinya menjabat sebagai Walikota Palembang kedua setelah menggantikan P. E. E. J. le Cocq d’Armandville, pada masa kolonial.

Bersama seorang ahli Planologi yang bernama Ir.Thomas Karsten, pada tahun 1929 sampai 1930, Van Lissa sukses menimbun habis sungai Tengkuruk pada masa itu, yang sebenarnya sebagai sarana transfortasi air penting bagi warga Palembang.

“Letaknya jalurnya itu, di sebelah timur rumah Regering Commissaris dan Masjid Agung dari hulu hingga muaranya di Musi,” ungkap Sejarawan Palembang, Kemas Ari Panji, Kamis (10/1/19).

Sungai Tengkuruk itu menurut penjelasan Kemas, sebenarnya anak sungai, yang salah satu bagiannya bertemu dengan Sungai Kapuran, Sungai Kapuran, bertemu pula dengan Sungai Sekanak dan Sungai Musi sebagai induknya.

Sungai Tengkuruk menjadi Jalan Sudirman sekarang dan anak Sungai Kapuran menjadi Jalan Merdeka Palembang.

Alasan yang mendasar penimbunan anak sungai tersebut, merupakan program Kolonial Belanda untuk akses jalan raya, yang hanya untuk kepentingan pemukiman dan pelayanan untuk orang Eropa dan warga negara lain yang dianggap sederajat.

“Bahan baku untuk membuat jalan ini berupa tanah puru berwarna kuning kemerahan yang banyak terdapat dari tanah tinggi di sekitar Palembang,” terangnya.(*)

Foto : Istimewa