Gambarmu atau Namamu, Renungkan

11 Oktober 2018

Analis Sosial Politik RCI Fatkurohman, S.Sos (Foto : Bung FK)

VOSMedia, PALEMBANG – Memasuki pemilu legislatif 2019, para calon legislatif mulai menebar pesona ditengah masyarakat terutama dalam bentuk gambar.

Wajah nan ganteng, elok dan cantik mulai menghiasi jalanan, pepohonan hingga tiang listrik. Tujuannya tidak lain agar seseorang tersebut dikenal dan harapannya dipilih.

Bermacam-macam bentuk gambar untuk sosialisasi terpampang. Pada umumnya menggambarkan wajah dan penampilan terbaiknya mulai gambar ganteng dan cantik dengan harapannya memancarkan pesona walaupun tidak jarang hanya tipuan Photoshop.

“Bukankah di pemilu legislatif 2019 nanti tidak ada gambarmu, yang ada hanyalah namamu. Artinya seberapa diingat namamu dikertas suaramu nanti, bukan seberapa diingat wajahmu di surat suara nanti,”ungkap Analis Sosial Politik Sumsel, Fatkurohman, S.Sos di laman sosial medianya, Kamis (11/10/2018).

Menurut Bung FK sapaan akrabnya, bayangkan jika 1000 Caleg menampilkan wajah ganteng dan cantiknya semua. Apakah namanya juga bakal diingat, apalagi jika gambarnya sedikit.

Mungkin saja wajah gantengmu, cantikmu bahkan molekmu diingat sedikit, bagaimana dengan namamu,”ujarnya.

Lanjutnya, pernah membaca, Bruno (1987), memori (ingatan) adalah proses mental yang meliputi pengkodean, penyimpanan, dan pemanggilan kembali informasi dan pengetahuan yang semuanya terpusat di dalam otak.

Apabila menerima sebuah informasi melalui indera mata dengan cara melihat simbol, gambar, tulisan atau telinga mendengar informasi, maka mula-mula informasi tersebut akan masuk ke dalam short term memory atau working memory/memori jangka pendek.

Kemudian, informasi tersebut diberi kode- kode khusus. Setelah selesai proses pengkodean (encoding), informasi itu masuk dan tersimpan di dalam long term memory atau permanent memory (memori jangka panjang atau permanen).

“Mungkin selintas gambar ganteng, cantik dan molekmu bisa menyimpan ingatan sementara wajahmu, tapi namamu bagaimana? Apalagi jika namamu terlalu kecil dibandingkan gambarmu, wah kira bapak-bapak, ibu-ibu, ingat gak ya, renungkan,”kata Ketua Bid Komunikasi IKA FISIP Unsri ini.

Dia menambahkan jika ingatan sementara saja masih lemah atas nama seseorang bagaimana mau mempermanenkan nama dalam otak sehingga akhirnya memilih di pemilu nanti.

“Jangan sampai sudah terlalu banyak modal untuk gambar yang ganteng dan cantik ternyata tidak banyak yang ingat padamu,”pungkas Bung FK.(Fuad/Ed)